Selamat datang di blog saya!

Blog yang dipertahankan sebagai jati diri pemiliknya.
Diketik hanya untuk kepuasan dirinya sendiri.


"Keabstrakan membuat seni, bukan air seni"

Assalamualaikum.

Hi,

hanya ingin menuangkan apa yang ada di pikiran,

Sejujurnya ada banyak,

Namun seketika lenyap ketika hendak ditangkap.

Yah apa boleh buat,

Selamat menikmati lanturanku.



Sastra.

Saya, mengagumi kesusastraan.

Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Saya selalu membayangkan sastra sebagai warna abu,

atau sesuatu yang melayang dengan latar belakang pohon beringin,

dan hembusan angin sore diiringi dedaunan.


Sastra adalah ketika, kau baca memercik rasa.

Sastra adalah ketika, kau baca mengubah pola.

Sastra adalah ketika, kau baca, dan tak lagi sama.


Selalu mengagumi mereka yang bisa memecah kerasnya batu pemikiran, menjadi pasir-pasir halus kata.

Diksi, rima, tanda baca. Diolah sedemikian rupa. Menghasilkan santapan bagi kepala.

Di postingan kali ini saya akan melampirkan karya-karya sastra pilihan, yang memberi arti secara personal bagi saya.

Selamat menikmati,



Hanya Isyarat dari buku Rectoverso karya Dewi Lestari :








2. Nol dan Sembilan karya Irvan Aulia :


3. Random Quote from Quoteswag.ga :






Terngena ketiga

Terngena Juara Harapan Pertama


Terngena pertama

Terngena kedua



*postingan ini dibuat sembari mendengarkan lagu :


Wassalam!

Lanturan Dini Hari Part 2

Assalamualaikum!

Hi, guys.

It's been a while, huh?

Haha, no, I'm not gonna apologize here, it's no use, because I will do it again for sure.

So, what's bring me here?



First, it's because "La historia me absolvera". The beautiful meaning behind it, and the sadness feeling it brought.
La historia me absolvera, kalimat dalam bahasa spanyol yang artinya sejarah akan membebaskanku

That phrase I got after listening to this song, "Tini dan Yanti" by Banda Neira :

Duh, mbak Rara Sekar :')

Tini dan Yanti adalah salah satu lagu dibalik ruji penjara tahanan politik Pekambingan, Denpasar.

Lirik yang ditemukan di dinding penjara ini, ditulis oleh seorang ayah yang dijebloskan ke penjara ketika istrinya sedang hamil. Tini adalah nama istrinya, dan anak yang masih di dalam kandungan, ia bayangkan sebagai Yanti. Lirik yang merupakan pesan untuk anaknya, bahwa ayahnya tidak jahat. Bahwa ayahnya berjuang melawan ketidakadilan. Dan ia percaya, bahwa di masa yang akan datang, sejarah akan membebaskannya. Pesan seorang ayah pada anaknya, yang akhirnya tak sempat bertemu karena terlanjur dieksekusi.


Potongan lirik lagu Tini dan Yanti :

Tini dan Yanti, kepergianku buat kehadiran di hari esok yang gemilang.

Jangan kecewa, meski derita menantang, itu adalah mulia.

Tiada bingkisan, hanya kecintaan akan kebebasan mendatang.
La historia me absolvera

- dikutip dari : sini.

and what's make me sadder is, this :

Banda Neira, officially, bubar.
Sedih memang, mengingat Banda Neira adalah salah satu hal teradem yang hadir dalam hidup saya. Band Indie ketiga yang mulai saya suka setelah Payung Teduh dan Sore. Dan saya tak pernah lupa, bahwa mendengarkan "Hujan di mimpi" pada pagi hari di kala hujan, ketika jadwal kuliah tidak jadi diadakan, di asrama C2 TPB IPB, adalah salah satu hal terajaib yang pernah saya alami.

Sedihnya lagi, saya baru mendengarkan album keduanya secara penuh setelah mendengar berita di atas. Haha, biarlah, biar lebih sedih, agar lebih dramatis.

Di album pertama, yaitu "Berjalan Lebih Jauh", lagu pertama yang membuat saya tergila-gila adalah "Di Atas Kapal Kertas", entah mengapa. Lalu jauh setelah itu, saya baru yakin, bahwa lagu terenak di album ini adalah "Kisah Tanpa Cerita". Tapi, Honorable Mention jatuh kepada "Hujan Di Mimpi".

Album kedua, "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti". Lagu pertama yang saya suka, adalah judul dari album ini. Ya karena pada waktu itu, Banda Neira baru memperkenalkan tiga dari seluruh lagu di album di Soundcloud mereka. Agak tidak fair sih ya... Tapi, ketika mendengarkan full albumnya, "Matahari  Pagi" menjadi lagu yang paling mudah dicerna di telinga. Lagu ter-enak? Belum bisa menentukan, bisa jadi "Tini dan Yanti", atau "Biru", atau "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti" (apabila tidak ada rasa bosan di dunia ini). Tapi, Honorable Mention jatuh kepada "Sampai Jadi Debu", lagu tersendu abad ini *mengelap air mata*.

Ya, jadi gitu, kalo kata lirik "Langit dan Laut", bunyinya gini :

Langit dan laut,
dan hal-hal yang tak kita bicarakan,

Biar jadi rahasia,
menyublim ke udara.

Hirup dan sesalkan jiwa.

Edun.

Akhir kata, terima kasih, Banda Neira.

Sukses selalu, Kak Rara Sekar, Kak Ananda Badudu.

Terima kasih atas keajaiban yang telah kalian ciptakan.


Next,

Pedoman Hidup.

Bentar lagi semester 6 sob, abis itu PKL, skripsian, lulus, kerja. Apa yang udah lu perbuat?

Sejatinya, semua yang kita lakukan, akan diminta pertanggungjawaban. Bisa nanti, disana. Bisa juga langsung, disini.

Maka dari itu, gua takut. Takut nggak bisa menjawab apa yang ditanyakan karena telah menyia-nyiakan.

Gua sadar, hobbit eh habit yang gua tekuni selama ini nggak bakal membawa gua ke dalam jurang kesuksesan. Kecuali, ada pekerjaan yang membayar pekerjanya untuk mengkhayal lalu mengeluh, pasti gua bakalan kaya raya.

Sadar, kalian dituntut dewasa. Dewasa bukan sok tua, cukup sadar aja kalian sekarang berada dimana, sebagai apa, dan harapan orang lain terhadap kita.

Dunia itu kejam, kehidupan itu keras. Ia tak pernah, dan tak akan pernah, adil. Jangan berharap orang lain akan baik, hanya karena dirimu berbuat baik.

Hilangkan gengsi, hal itu hanya akan menenggelamkan kita ke dasar laut. Percaya pada diri sendiri, jangan batasi jangkauanmu. Tak boleh sombong, meremehkan suatu perihal dimana tak kau tahu disitulah jalan keluar.

Motivasi yang paling kuat, datangnya dari dalam diri sendiri. Pull yourself together. Tidak akan ada yang benar-benar perduli pada masalahmu.

Atur waktumu dengan baik. Sesuatu yang paling berharga, yang bisa diberikan oleh seseorang, adalah waktu. Hargai mereka yang merelakan waktunya untukmu.

Tanyakan kabar mereka, terkhusus orangtuamu, yang mengkhawatirkan dirimu di setiap harinya. Kasih sayang siapa lagi yang bisa mengalahkan besarnya kasih sayang mereka?

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Mulai dari sekarang, jadikanlah kebahagiaan mereka sebagai tujuan utamamu berusaha lebih lagi, berjuang lebih lagi, dan tersenyum lebih lagi.



Bismillah.

Wassalamualaikum!

Lanturan Dini Hari

Assalamualaikum!

A Jack of all Trades is someone who is decent at everything, but not especially adept at any one thing. - wikipedia
"Jack of all trades, master of none" is a figure of speech used in reference to a person that is competent with many skills, but no particular one. - urbandictionary




Kenapa gua bahas ini?

Karena gua ngerasa, gua gitu.




Cerita bermula dari awal liburan kemarin...


Gemastik.

Jadi seperti yang gua ceritakan di post gua sebelum-sebelumnya, liburan ini gua isi dengan ikut lomba Gemastik9 (dimana ujungnya ngga lolos, ya...). Nah di lomba gemastik ini ada sembilan kategori lomba yang bisa diikuti,

ohiya sebelumnya, Gemastik ini lomba tentang teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), yang memiliki ruang lingkup nasional, jadi cukup amat sangat bergengsi bagi anak-anak ilkom


Nah dari sembilan kategori itu, ilmu gua baru cukup untuk mengikuti dua kategori lomba, Pengembangan Perangkat Lunak dan Desain User Experience. Berusaha untuk tidak takabur, akhirnya gua memutuskan untuk mengikuti kesemua lomba tersebut.


Ya enggaklah yakali, gua daftar satu kategori lomba aja, yaitu Pengembangan Perangkat Lunak. Sebenernya perangkat lunak (atau aplikasi) bisa dibagi jadi dua basis, yaitu berbasis website atau berbasis mobile (mobile apps -  aplikasi yang ada di smartphone). Karena lagi-lagi ilmu gua baru nyampe di website, akhirnya gua (dan tim, iya ini lomba tim) memutuskan untuk membuat sebuah inovasi melalui website, dan harus website, karena bisanya website doang...

Abis itu tahap pencarian ide, beh, ampe jumpalitan jungkir balik nyari ide buat website. Pasalnya, website emang udah mulai ditinggalkan, sekarang apa-apa lebih enak dijadiin mobile apps karena mudah digunakan dimana saja kapan saja, maka dari itu mobile apps jauh lebih menjangkau masalah-masalah yang ada. Coba gua tanya ke kalian, aplikasi apa yang tadinya ada di website dan sekarang ada versi appsnya?

S-E-M-U-A-N-Y-A.

Yap, hambatan pertama. Tapi untungnya, waktu itu gua minta bantuan temen-temen gua buat brainstorming bareng-bareng, kira-kira ide aplikasi apa yang berbasis website dan bisa membantu kemaslahatan umat manusia. Bertempat di Sevel Kemang #asoy, ide ini tercipta :

My baby :')
p.s : logonya gua buat sendiri.

Yeay, Sponsoree!

Sebuah sistem berbasis website untuk membantu para penyelenggara acara menemukan sponsor untuk acara mereka, dan mempermudah segala urusan sponsorship yang sangat amat sulit dan menyebalkan.
Ide ini terlahir karena kekesalan gua terhadap rumitnya proses sponsorship yang ada sekarang ini (gua pernah menjadi panitia acara divisi sponsorship, so yeah, dendam pribadi). Abis itu gua jabarin bareng-bareng detail dari website ini bakal kaya gimana, how it helps people, alur sistemnya, dan segala tetek bengek.

Done. Ide udah ada, udah cukup mateng, walaupun ada satu dua hal yang masih diragukan, tapi ide ini gua pilih buat dijadiin materi gemastik (karena ini yang paling mending dari ide-ide yang lain).

Beberapa hari berikutnya, gua kumpul sama tim buat nyusun proposal.

Ohiya, kategori lomba pengembangan perangkat lunak ini cukup tai, karena untuk babak penyisihan satunya aja kita harus ngesubmit proposal (lengkap dengan ilustrasi interface dan implementasi codingan) dan video penjelasan aplikasinya. Fyuh. Empat kali pekerjaan yang harus dilakuin : nulis proposal, desain interface, ngedit video, ngoding webnya. Lengkap.


Proposal udah 1/2 jadi. Abis itu kita bagi-bagi tugas. Ada yang ngelanjutin proposal ampe kelar, ada yang ngodingin webnya, ada yang ngedesain interface + ngeditin video (ini gua). Ntapz.


Sampai akhirnya di hari deadline tiba... Deadline submit pukul 23.59, sementara desain baru dikelarin sore harinya. Dan waktu yang tersisa sampe deadline digunakan buat ngedit video, dimana videonya baru selesai 30 menit sebelum deadline. Dan abis itu proposal berhasil disubmit dan video berhasil diupload.

HAHAHA. Emang nih, gua lemah masalah deadline. Misal, deadline masih seminggu lagi dan gua merasa bisa ngerjain tugasnya, gua bakal ngerjain itu di 2 hari terakhir. Abis itu ngos-ngosan sendiri.

Dan ya... endingnya gua nggak lolos -_-.

Gua sadar sih, emang banyak banget kekurangannya dibandingkan kompetitor-kompetitor yang lain. Tapi gapapa, ilmu dan pengalaman yang gua dapet disini men-trigger sesuatu yang ada dalam diri gua dan itu tak ternilai harganya #SokIye.



Dan, oh, yang gua bilang gua cuma ikut satu kategori lomba, itu boong, gua ikut Desain User Experience juga. He he.

Desain User Experience (UX) adalah kategori lomba gemastik yang menurut gua paling mudah dibandingkan yang lain. Intinya disini kita menggambarkan aplikasi yang pengen kita bikin. Jadi mainin ide + desain aja. Babak penyisihan satunya juga cuma ngumpulin poster penjelasan aplikasi yang mau dibikin (tanpa proposal). Dibandingkan dengan Pengembangan Perangkat Lunak yang harus bikin video juga, dan ngoding juga, dan buat proposal juga... Jadi emang UX ini yang paling disaranin sih sama dosen-dosen buat para anak-anak Ilkom tingkat satu atau dua. So yeah.

Tapi UX was fun. Jadi gua bikin tim baru lagi yang berisikan dua anak jago desain. Gua pake ide gua yang tadinya mau dipake buat Pengembangan-Perangkat-Lunak-tapi-gajadi-karena-terlalu-sulit-untuk-diimplementasikan-oleh-ilmu-gua-yang-masih-cetek dan akhirnya gua pake buat si UX ini, karena nggak perlu diimplementasikan, cukup digambarkan :)

Dan kalian tahu apa, gua bikin tim ini di H-7 deadline, dan kita baru ngerjain posternya di H-2 deadline. Dan baru selesai 5 menit sebelum deadline. Hebat emang mahasiswa Ilkom, bangga gua.

Terus... kita telat ngesubmit posternya karena terkendala koneksi yang lelet terus temen gua yang ngesubmit bilang "Yah maap ya telat, tahun depan kita coba lagi" terus gua bales "HAH SERIUS LU? HUHUHUHU sedih iyadeh tahun depan kita coba lagi :''(((((" sambil ngiris bawang di depan mata gua.

Tapi beberapa minggu kemudian, setelah pengumuman yang lolos UX (tentu saja gua ga lolos karena submit juga kagak), gua ketemu dia, dia bilang "engga kok ga telat, udah gua submit".

LAH JADI KITA NGGAK LOLOS KARENA EMANG KITA GA LOLOS BUKAN KARENA GA DISUBMIT YA ALLAH LEBIH SEDIH INIMAH T_T

ya begitulah.

Tapi asik kok!

Di masa muda ini kita emang harusnya "gagal sering". Karena semakin sering kita gagal, semakin tau kita letak kesalahannya dimana, thus, jadi lebih bijak.

Gua udah mempraktekan hal ini, di kehidupan percintaan gua.

*insert lagu jalinan kasih ala-ala vidgram disini*
Dan, dari gemastik inilah, awal dari liat-aja-nanti-kedepannya-gimana motivasi gua buat berprestasi di bidang ilkom melalui lomba. Karena selama ini gua cuma mentok di akademik doang. Udah kaya kotoran kuda, jago kandang. Pokoknya di tingkat tiga ini, gua mau melakukan sesuatu. He he.

Next next, gua semakin tertarik dan memperdalam hal-hal berbau lomba ilkom. Karena sebelum-sebelumnya, setiap ada lomba yang nangkring di grup facebook ilkom, gua cuma bisa "ah apaansi ni gua gabisa apa-apa", tapi setelah gemastik gua bisa ngesubmit dua kategori lomba, kepedean gua meningkat deterjen drastis.


Startup.

startup company (startup or start-up) is an entrepreneurial venture typically describing newly emerged, fast-growing business. Definition of the startup usually refers to acompany, a partnership or an organization designed to rapidly develop scalable business model. Often, startup companies deploy advanced technologies, such as Internet, communication, robotics, etc. These companies are generally involved in the design and implementation of the innovative processes of the development, validation and research for target markets. -  Wikipedia
Ya, kata Startup emang lagi ngetren banget akhir-akhir ini. Gojek, Lazada, Tech In Asia, Traveloka, dan masih banyak lagi startup startup Indonesia yang sekarang lagi jaya jayanya. Kebanyakan orang mengira kalo startup pasti berhubungan denga teknologi, tapi dari pengertian di atas, startup hanya sering berkaitan dengan teknologi (ya jadi startup itu intinya kaya kalimat pertama dan kedua dari pengertian di atas).


Sebagai anak ilkom, startup bukan cuma jadi bahan obrolan di waktu senggang, startup merupakan sesuatu yang bisa kita capai, mereka ada di ujung jari kita. Hampir sebagian besar anak ilkom, pasti bercita-cita untuk membuat startup sendiri, atau minimal bekerja di suatu perusahaan startup. Startup ini memang punya banyak kelebihan dibandingkan perusahaan pada umumnya, gua pernah ikut seminar dari Tech In Asia yang membahas perbedaan budaya kantor startup dengan kantor konvensional. Salah satu kelebihannya adalah, suasana kerjanya yang santai, ga kaya kantor kantor biasa yang kaku, di perusahaan startup jarak antara bos dengan karyawannya sangat dekat. Sounds fun, eh?


Kalo gua? Gua juga pengen buat startup sendiri. Berdiri di atas idealitas yang lu bangun sendiri, siapa yang gamau? Ditambah gua orangnya selalu pengen beda, ibarat kalo lagi di tempat makan Mujigae temen lu milih Bibimbap, gua bakalan milih Jajangmyeun (gatau dah tuh tulisannya bener apa kaga) just because gua pengen nyobain dua-duanya #YeTai.

Abis itu, ceritanya ada lagi iklan lomba tentang startup di grup facebook ilkom, wah karena sekarang gua udah pede gua kaya "asoy, ikutan ah".

Startup 101 :
Dalam membangun startup, utamanya dibutuhkan tiga jenis makhluk :

- The Hacker, orang yang ngoding
- The Hustler, orang yang ngurusin bisnis.
- The Hipster, orang yang ngedesain.

(ilmu ini saya dapat dari Gerakan 1000 Startup Digital)

Itu, dan disini letak permasalahan saya, saya tidak jago di ketiganya.

Ngoding, bisa, tapi ngga jago. Desain, bisa, tapi apalah cupu abis. Bisnis, bisa, kalau berusaha.

Jadi, gua sadar diri, dengan segala aspek kelogikaan otak gua, yang paling memungkinkan (dan menguntungkan) adalah gua menjadi sang Hustler. Karena eh karena, di ilkom, Hacker dan Hipster udah ada, mereka jago, bisa gua rekrut, yang nggak ada ya si kepalanya ini, sang grand designer, the maker of the blueprint, The Hustler.

So be it. Semester tiga gua bakal dipake untuk ini (dan ILM of course).


NextDev.


Ohiya, setelah Gemastik nggak lolos, gua berniat untuk meletakan Sponsoree di lomba lain, lalu munculah NextDev. Jadi awal Agustus kemarin, NextDev melakukan roadshow ke berbagai kota di Indonesia, salah satunya Bogor, buat promosiin kompetisi mereka, kompetisi startup mencari next developer yang akan memajukan Indonesia, semacam itulah. Info lebih lengkap : NextDev.


Kebetulan acaranya diadain di kampus gua, dan sebagai mahasiswa ilkom pasti pada pengen ikutan seminarnya dong, itung-itung nambah motivasi yang nantinya bakal surut surut juga dan makan siang gratis. Masuk tuh info broadcastnya di grup ilkom gua, daftar deh, pas daftar ditawarin "Rocket Pitching", yaitu kesempatan untuk sepuluh tim dikasih waktu tiga menit buat presentasi ide startup yang dipunya. Yaudah gua dengan semangat 45 karena kebetulan bulan Agustus (engga deng biasa aja) langsung daftar juga Rocket Pitchingnya. Dengan dagdigdugser, ternyata gua kepilih. "Wah, kayaknya yang daftar emang pas 10 deh, makanya kepilih", pikir gua.

Dan keesokan harinya, jeng jeng, gua beneran presentasi di depan para peserta seminar dan juri dari NextDevnya *glek*

itu gua yang di belakang panggung megangin kabel
Terus, ya gitu, ketebak endingnya, gua nggak menang apa-apa, lawannya curang sih, udah pada jauh-jauh idenya :(

Haha intinya dari sini gua paham mana ide yang bagus, yaitu ide yang dilakukan. #Tsedap

Dan gua sadar kalo ide gua terlalu mainstream. Walaupun jurinya nggak ngomong gitu, tapi gua ngerti kalo ide gua langsung dibunuh di tempat saat itu juga.

Dari sini gua belajar banyak.


Ace of spades : the highest card in a standard playing card deck.

Sebenernya gua nggak bisa dibilang Jack of all trades juga sih, karena ilmu gua juga ga banyak-banyak amat, tapi gua juga nggak bisa dibilang Ace of spades, yang bisa diartikan orang yang sangat ahli dalam satu bidang. Jadi, dengan keegoisan dan kenarsisan diri gua, Jack of all trades boleh juga.

Lagipula, gua emang orangnya lebih prefer seimbang. Contohnya gini, misal pas UAS, dalam satu hari ada dua pelajaran susah, gua nggak bakal ngorbanin pelajaran yang satu demi pelajaran satunya, mending dua-duanya dapet biasa aja daripada yang satu bagus banget yang satu jelek banget.

Jujur, gua emang ngiri sama orang yang dikategorikan Ace of spades, kaya tetangga sebelah yang jago banget desain dan tetangga sebelah lagi yang jago banget ngoding. Gils, mereka udah diakui. Mereka punya modal. Sementara gua, ilmu setengah setengah, gimana mau digubris.

Tapi ya mau gimana lagi, ini gua, dengan segala kekurangannya yang udah berusaha banget ditahan-tahan.





In the end, gua cuma berpikir, setiap orang punya jalannya masing-masing.

Make your own way. Make it true. Make it happen.





----------------------------------- bagian pamer lagu dan film ------------------------------------






Ngeliat dari trailernya, premisnya bagus.
Pas ditonton, ada beberapa part yang maksa.
Tapi endingnya boljug si.
Tapi tetep, maksa.

Cukup di atas rata-rata untuk tipikal film Ben Stiller.
Gua menikmatinya. Lucu.


Wassalam! 

Jack of All Trades

Assalamualaikum!

sonder

n. the realization that each random passerby is living a life as vivid and complex as your own—populated with their own ambitions, friends, routines, worries and inherited craziness—an epic story that continues invisibly around you like an anthill sprawling deep underground, with elaborate passageways to thousands of other lives that you’ll never know existed, in which you might appear only once, as an extra sipping coffee in the background, as a blur of traffic passing on the highway, as a lighted window at dusk.



Hi, there!

Been a while, padahal dari kemaren selalu pengen ngepost.

Tapi yah, semesta baru ngijinin sekarang (atau malesnya baru ilang sekarang).

So, gua lagi mengagumi hal-hal yang berbau saintifik (bener ga tuh tulisannya - scientific), dikarenakan menonton suatu channel yutub yang sangat ajaib : Vsauce

Kata Sonder pun, gua dapat dari sana, di video ini :

So much wow. Diriku merasa seperti serpihan tai tikus yang bervaporasi di ventilasi dapur.

Sekarang dalam rangka mau namatin channel tersebut, tapi karena bahasannya berat-berat, otak gua yang biasanya dikasih asupan bahasan "Cakepan mana cewek jurusan A atau jurusan Z, dengan asumsi dua-duanya pake kacamata" jadi susah ngimbanginnya.

Dari Sonder sendiri, gua kaya tersadarkan, kalo hidup itu kompleks. Hal-hal sepele kaya "duh IP gua cuma 3.6 kenapa dia bisa 3.61 ya" atau "kenapa sih gua gagal mulu ngedeketin cewek padahal muka gua ga jelek-jelek amat" or "bingung mau pake filter yang mana ketika ngedit foto pake vscocam". Hal-hal itu bikin gua mikir : Malu-maluin banget lu kalo masih ngeluhin hal-hal sepele kaya gitu.

Hidup itu simpel.

Gua, sebagai manusia yang biasa-biasa aja, dalam artian : gabisa berubah jadi power ranger merah, kalo abis berak masih tetep harus cebok, idungnya bolong dua, berusaha sebisa mungkin untuk tidak mempersulit kehidupan. Walaupun memang sangat amat sulit, gua akui.

Gua sering kebawa perasaan, jadinya hidup gua ribet. Bimbang, galau, resah, gundah gulanah, bingung harus berbuat apa. Alhasil waktu gua terbuang banyak, yang tadinya bisa gua pake buat nemuin obat penyembuh kanker, atau ngejar ketertinggalan bacain komik/nontonin video One Piece dari episod satu sampe episod terakhir, jadi gabisa. Kan sayang yang kaya gitu gitu tuh, sesayang aku kepadamuh. Padahal kan kalo dikomunikasiin urusan kelar. Coba kalo dipikirin sebentar dengan menghilangkan semua pemikiran negatif, apa sih konsekuensi paling parah yang bisa gua dapet?

Lu dianggap Freak dan dijauhin lalu dia
cerita ke temen-temennya terus cerita itu
menyebar ke seluruh kampus? Jadi ga cuma
lu ngga bisa mendapatkan dia tapi lu juga
menjadi bahan pembicaraan satu kampus.

Wah, parah sih itu...

Ya intinya sebenernya apa yang gua saranin di atas udah bener, karena emang kehidupan harusnya dijalankan seperti itu, tapi sistem sosial kita yang sudah terlalu kelam jadinya apa-apa dibuat ribet. Tapi selain hukuman sosial dari sekitar, pemikiran negatif dari diri kita sendiri juga lawan yang susah ditaklukan sih.

Misalnya gini, lu mau kenalan sama cewek yang belom lu kenal, she seems friendly, temen lu udah nyemangatin "udah kenalan aja, apa salahnya", lu membalas kata-kata temenlu dengan senyuman di wajah, terus lu mandang cewek itu lagi, dengan langkah mantap lu berjalan mendekatinya, lu ngelewatin cermin dan dengan refleks menoleh ke cermin, di hadapanlu terpampang wajah lu yang ga jelek-jelek amat, tapi dibilang ganteng juga nggak, dan seketika itu juga lu keingetan 8237912 kali kegagalan lu ngedeketin cewek. Boom. Lu kembali ke temen-temen lu dengan wajah lesu dan berkata "Udahlah, jodoh nggak kemana."

Bajingan banget nggak sih, diri lu. Btw, itu namanya :

InsecureA very flawed character trait that results from low confidence and low self-esteem, often due to rejection or a humiliating experience.

Tapi ada lagi orang yang malah ngerasa over pede, optimis banget gitu, dengan bermodalkan pepatah "usaha tidak mengkhianati hasil", dia percaya segala hal bisa dicapai. Gua menyebutnya Keoptimisan yang dungu.

Jadi misalkan, ada nih cowok, nggak jelek-jelek amat, dia merasa dirinya normal normal aja, nggak ada yang aneh gitu, komunikasi lancar, kemampuan standar, selera tinggi. Untung anaknya optimis, coba kalo nggak, udah bunuh diri kali karena ngerasa gamungkin dapet cewek yang sesuai seleranya (yang tinggi). Nah, nemu nih dia cewek yang sesuai seleranya, bermodalkan quote-quote pemberi semangat "tidak ada yang tidak mungkin" besutan OA OA line yang nongol di timeline, dia memberanikan diri menerapkan prinsip hidup simpel. Tanpa perlu dikasih tau endingnya gua rasa kalian udah pada tau kan ya? Yap, rejected.




So,
apa yang gua coba sampaikan di post ini adalah,
Hidup itu kompleks. Tapi bisa kita buat simpel. Tapi dibuat simpelnya jangan goblok goblok banget lah. Pikirin juga konsekuensinya. Sampai dirasa oke, abis itu lu sholat istikharah. Dari situ lu tau dah harus ngapain.

That's it,
Wassalam! 

---------------------- Pamer  Lagu & Film ---------------------





Sorry not sorry I have to post this on my blog
Danillanya lucu amatsi :(









Lumayan lah tipikal film-film perjuangin yang endingnya pengen bikin mata berkaca-kaca
Gua tau film ada yang ngga masuk akal, tapi  ini ngga masuk akalnya maksa -_-
Dimaafkan karena ada beberapa quote menarik dari film ini
Berat, filmnya berat...
Tai. Gua kira film serius. Ternyata film remaja remeh temeh.
Lumayan, tapi tidak terlalu surprising
Jadi gua baru ngerti "dalem"nya film ini di kali kedua gua menontonnya.
Maknai, hayati.
Must watch.

Sonder

Assalamualaikum!

So, here I am, at 06:05 in the morning, sleepy but decided to make this post instead.

Truth.
Jadi, selama 20 tahun gua hidup, gua udah mengalami banyak hal. Nggak banyak banget sih, I mean, gua belom pernah ngemut biji gorila, but it's enough to make me understand that something is wrong with the real world.

And, my friends, let me tell you this, whether you already realize it or not, the Truths about the world we live in...

1st Truth : Don't Grow Up It's A Trap.

Gua rasa ini udah jadi pengetahuan umum,

buat orang dewasa.

Tapi tidak buat anak kecil.

Gua juga nggak ngerti apa yang gua pikirin dulu sampe mau aja makan sampe jadi gede gini (#apanya) padahal gak gede juga sih (#apanya) ya sedeng lah (#apanya).

Karena laper man.

Yha...

Dulu, setiap gua ulang tahun, bawaannya bahagia banget.

Waktu kecil, sekitar umur 5-13, di hari ulang tahun gua, gua pasti ceria. Pokoknya gua udah siap lahir batin buat nerima kado dari para saudara. Gua inget banget dulu pernah dapet satu set mobil-mobilan dari bude gua, warna kardusnya oren, dan itu ingatan terakhir gua terhadap benda tersebut... Dan alhamdulillahnya, waktu kecil dulu, masih banyak yang inget sama ulang tahun gua, minimal orang-orang ngasih uang saku buat gua jajan es mambo. Dan namanya juga anak kecil, ngemut es mambo sore sore aja udah bikin bahagia.

Beranjak remaja, sekitar umur 14-17, di hari ulang tahun gua, gua pasti cemas-cemas curiga. Mikir "Duh hari ini gua bakal diapain ya sama temen-temen gua" padahal mah kaga diapa-apain juga, punya temen juga kaga. Yah namanya juga remaja, ekspektasi tinggi padahal kenyataan serendah tanah. Gua inget waktu ulang tahun ke 17, gua dikerjain di sekolah. haha. Di detik ini gua sangat bersyukur karena pernah dikerjain sama temen-temen. Lega aja karena I guess I still remaja normal, dalam pandangan gua maupun pandangan temen-temen gua. Good old days.

Dan sekarang, di ulang tahun ke 18, 19, dan 20 gua... Ibarat nasi goreng, lu dikasih nasi goreng polos. Nggak ada telor, sosis, suwiran ayam, apalagi daging sapi. Pokoknya seperti hari-hari biasanya, seperti hari-hari lainnya, nggak ada yang spesial. And I think, I get used to it. People get used to it. Entah bagaimana caranya, mereka punya ceritanya masing-masing. Dan yeah, ulang tahun ke-20 gua, berlalu bagaikan hari-hari lainnya.


Em, gua rasa gua pernah nulis suatu puisi tentang hal ini :

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Yang Sudah Lewat
By : Ilman.N.W

Hari ini, kusadari sesuatu
Bahwa hal-hal yang sudah berlalu
Tidak bisa kembali, ataupun terulang
Sedih? Ya, memang menyedihkan
Tapi hal itu lebih membahagiakan...

Kenapa? Kok gitu?

Karna, hal yang sudah lewat, yang tak bisa kembali itu

memberikan arti

Memberi kita kebahagiaan

Memberi kita penyesalan
Memberikan, kepada kita, rasa

Manusia, akhir-akhir ini, jarang merasakannya
"Rasa", sudah menjadi barang langka

Semakin dewasa, kita semakin kaku
Karena semakin kaku, rasa itu enggan menetap
Perlahan, rasa itu luntur, gerah mereka
Dan tinggalah kita, bagai patung dingin berjalan

Ya, hari ini, kusadari sesuatu
Jalan yang dulu kujalani
Pemandangan yang dulu kupandangi
Tempat yang dulu kutempati
Dan
Rasa yang dulu kurasai

Mendekap tubuh ini

Hangat, tapi juga dingin

Bahagia, ingin ku tertawa
Tapi
Sedih juga, ingin ku menangis sekerasnya

Syukur. Bersyukur. Hanya itu yang bisa dan ingin kulakuan.

Terima kasih, Ya Allah, kau telah memberiku hidup yang sangat menyenangkan

Sampai detik ini, tak ada satupun hal yang kusesali

Aku yang sekarang, begini, baik buruknya, semua karena Yang Sudah Lewat itu

Terima kasih. Alhamdulillah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumpah itu gua bikin sendiri.






So yeah, jadi orang gede melelahkan. Tanggungjawab, kewajiban, hak, etika, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tiba-tiba dateng gitu aja tanpa permisi. You must stand up for yourself, because there is no one who would catch a bullet for you. Mungkin kedengerannya sarke (read : keras) banget, tapi itu yang gua rasain selama gua tinggal di Bogor, jauh dari rumah, orangtua.

Lu cuma punya diri lu sendiri, jadi baik-baik ya sama dia.


2nd Truth : Semua orang berbeda, jangan memaksakan sesuatu.

Kenyataan yang baru gua tahu dan pahami akhir-akhir ini. Karena selama ini gua mikir "Ya jelas-jelas logikanya begini, ya jawabannya gini lah!". Merasa diri paling benar, paling logis, dimana faktor-faktor lainnya ga gua pikirin lagi.

Simpelnya gini, pernah nggak lu ngerasa sesuatu biasa aja, tapi bagi orang lain, sesuatu ini berarti banget buat dia? Pasti pernah kan? Nah disitu, dimana logika udah ngga kepake lagi, perasaan yang lagi maen.

Gua ini orangnya logika banget, dimana gua ga ngerti sama apa yang dipikirin oleh orang yang make perasaan,

Sampai akhirnya gua menemukan diri gua "make perasaan"...

Jadi gua sering banget berada dalam fase yang gua sebut "hampa".

Jadi di fase ini, yang gua rasain cuma "gua-gamau-ngapa-ngapain", nggak ada hasrat untuk hidup, nggak ada semangat sama sekali dan akhirnya memilih untuk tidur-tiduran aja. Padahal banyak hal yang HARUSNYA gua lakuin. Hal ini jelas bego banget. Jelas-jelas logikanya kalo lu punya banyak kerjaan yang harus lu lakuin, ya lu kerjain hal itu satu persatu, cicil demi cicil (?), bukannya malah tidur-tiduran. Yap, logika gua udah nggak jalan lagi disana. Kalo gua jadi orang lain, pasti gua bakal bilang "Hah gua ga ngerti sama lu man". Yha.

Ya jadi, ketika lu lagi berbeda pendapat dengan orang lain, jangan asal judge kalo dia salah, dan lu bener. Karena lu ngga tahu apa alasan di balik pendapat dia, lu ngga tahu apa aja yang udah dia alamin sampai dia memilih pendapat itu. You know his/her choice, not his/her story. So, think about it :)


3rd Truth : Ada suatu momen dalam hidup seseorang, yang akan mengubahnya, selamanya.

Ya ini juga baru gua sadari. Jadi ceritanya seperti ini...

Ada seseorang, mengalami suatu momen dalam hidupnya. Momen itu tidak Ia ceritakan kepada teman-temannya. Setelah momen itu lewat, dia pikir dia mulai berangsur membaik, dalam artian mulai merelakan momen itu terjadi, jadi dia kaya "yea okey, let's move on with life". Tapi seiring berjalannya waktu, ada yang ga beres sama dia, dia jadi beda, gakaya dulu, walaupun perubahannya sedikit, tapi temen-temennya tau ada yang salah sama dia. Sampe salah satu temennya nanya "Sejak kapan sih dia berubah jadi kaya gini?" dan yang lain menjawab "Iyaya sejak kapan ya, gua gatau". Poof, jawabannya adalah sejak momen tersebut terjadi.

Gua rasa gua juga ngalamin suatu momen dalam hidup gua (dulu) yang mengubah diri gua (sekarang). Dan jujur perubahannya itu gabaik. Gue mencoba untuk meng-undo perubahan ini, tapi kok ya gabisa. So yeah...


4th Truth : Sariawan itu sakit.

Ya jadi gua lagi sariawan. Di bibir. Rasanya sakit. Jadi gabisa ciuman deh.


5th Truth : Ketika ngepost blog dan udah kelamaan, rasanya jadi males.

Ya ini yang lagi gua rasain sekarang. hehe.





Yea kira-kira segitu aja fakta-fakta (yang setelah gua tulis gua baru sadar kayanya kalian udah pada tau ya) menarik tentang kehidupan yang harus kalian ketahui.

Gua harap kalian bisa pura-pura bego dan merasa bahwa post gua kali ini sangat bermanfaat dan eyes opening dan sangat berguna untuk kalian menjalani hidup yang fana ini. Gua harap.

I think it's enough. I wanna go to sleep. Semoga ngga kesiangan buat sholat jumat, he.


Bagian pamer lagu dan film

Part Time Lover - Mr. Sonjaya

What Now - Dzeek

Televisi Mimpi - Zealspeaks

Beware The Dog - The Grisworlds

Rill Rill - Sleigh Bells

Steve Jobs (2015)

"What do you do? You're not an engineer, you're not a designer, you can't put a hammer to a nail. I build the circuit port, the graphical interface was stolen. So how come? 10 times in a day, I read Steve Jobs is a genius... What do you do?" - Woz

"Musicians play the instruments, I play the orchestra." - Steve

This movie is amazing. Nyeritain tentang Steve Jobs secara padet. Jadi yang diceritain ya intinya aja gitu, kalo Steve Jobs tuh orangnya gitu, punya masalah gini-gini, tokoh-tokohnya ada ini itu. Penonton yang belom kenal dia (kaya gua) jadi bisa ngertiin filmnya sekali telen.

Oke gua rasa gua sotau. But this movie sure is good.


Mystic River (2003)

Tipikal film crime dan mysteri. Dan ya, there's a plot twist in the end. Tapi kurang kuat sih, udah rada-rada ketebak gitu (bahkan udah ketebak). And what bother me the most adalah endingnya dimana si Jimmy nggak merasa bersalah dan Dave (dan keluarganya) yang harus menanggung kesialan lagi. Bete -_-.



Key deh.

Wassalam!

Here Comes The Truths