Selamat datang di blog saya!

Blog yang dipertahankan sebagai jati diri pemiliknya.
Diketik hanya untuk kepuasan dirinya sendiri.


"Keabstrakan membuat seni, bukan air seni"

Lanturan Dini Hari

1 komentar
Assalamualaikum!

Hi, guys.

It's been a while, huh?

Haha, no, I'm not gonna apologize here, it's no use, because I will do it again for sure.

So, what's bring me here?



First, it's because "La historia me absolvera". The beautiful meaning behind it, and the sadness feeling it brought.
La historia me absolvera, kalimat dalam bahasa spanyol yang artinya sejarah akan membebaskanku

That phrase I got after listening to this song, "Tini dan Yanti" by Banda Neira :

Duh, mbak Rara Sekar :')

Tini dan Yanti adalah salah satu lagu dibalik ruji penjara tahanan politik Pekambingan, Denpasar.

Lirik yang ditemukan di dinding penjara ini, ditulis oleh seorang ayah yang dijebloskan ke penjara ketika istrinya sedang hamil. Tini adalah nama istrinya, dan anak yang masih di dalam kandungan, ia bayangkan sebagai Yanti. Lirik yang merupakan pesan untuk anaknya, bahwa ayahnya tidak jahat. Bahwa ayahnya berjuang melawan ketidakadilan. Dan ia percaya, bahwa di masa yang akan datang, sejarah akan membebaskannya. Pesan seorang ayah pada anaknya, yang akhirnya tak sempat bertemu karena terlanjur dieksekusi.


Potongan lirik lagu Tini dan Yanti :

Tini dan Yanti, kepergianku buat kehadiran di hari esok yang gemilang.

Jangan kecewa, meski derita menantang, itu adalah mulia.

Tiada bingkisan, hanya kecintaan akan kebebasan mendatang.
La historia me absolvera

- dikutip dari : sini.

and what's make me sadder is, this :

Banda Neira, officially, bubar.
Sedih memang, mengingat Banda Neira adalah salah satu hal teradem yang hadir dalam hidup saya. Band Indie ketiga yang mulai saya suka setelah Payung Teduh dan Sore. Dan saya tak pernah lupa, bahwa mendengarkan "Hujan di mimpi" pada pagi hari di kala hujan, ketika jadwal kuliah tidak jadi diadakan, di asrama C2 TPB IPB, adalah salah satu hal terajaib yang pernah saya alami.

Sedihnya lagi, saya baru mendengarkan album keduanya secara penuh setelah mendengar berita di atas. Haha, biarlah, biar lebih sedih, agar lebih dramatis.

Di album pertama, yaitu "Berjalan Lebih Jauh", lagu pertama yang membuat saya tergila-gila adalah "Di Atas Kapal Kertas", entah mengapa. Lalu jauh setelah itu, saya baru yakin, bahwa lagu terenak di album ini adalah "Kisah Tanpa Cerita". Tapi, Honorable Mention jatuh kepada "Hujan Di Mimpi".

Album kedua, "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti". Lagu pertama yang saya suka, adalah judul dari album ini. Ya karena pada waktu itu, Banda Neira baru memperkenalkan tiga dari seluruh lagu di album di Soundcloud mereka. Agak tidak fair sih ya... Tapi, ketika mendengarkan full albumnya, "Matahari  Pagi" menjadi lagu yang paling mudah dicerna di telinga. Lagu ter-enak? Belum bisa menentukan, bisa jadi "Tini dan Yanti", atau "Biru", atau "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti" (apabila tidak ada rasa bosan di dunia ini). Tapi, Honorable Mention jatuh kepada "Sampai Jadi Debu", lagu tersendu abad ini *mengelap air mata*.

Ya, jadi gitu, kalo kata lirik "Langit dan Laut", bunyinya gini :

Langit dan laut,
dan hal-hal yang tak kita bicarakan,

Biar jadi rahasia,
menyublim ke udara.

Hirup dan sesalkan jiwa.

Edun.

Akhir kata, terima kasih, Banda Neira.

Sukses selalu, Kak Rara Sekar, Kak Ananda Badudu.

Terima kasih atas keajaiban yang telah kalian ciptakan.


Next,

Pedoman Hidup.

Bentar lagi semester 6 sob, abis itu PKL, skripsian, lulus, kerja. Apa yang udah lu perbuat?

Sejatinya, semua yang kita lakukan, akan diminta pertanggungjawaban. Bisa nanti, disana. Bisa juga langsung, disini.

Maka dari itu, gua takut. Takut nggak bisa menjawab apa yang ditanyakan karena telah menyia-nyiakan.

Gua sadar, hobbit eh habit yang gua tekuni selama ini nggak bakal membawa gua ke dalam jurang kesuksesan. Kecuali, ada pekerjaan yang membayar pekerjanya untuk mengkhayal lalu mengeluh, pasti gua bakalan kaya raya.

Sadar, kalian dituntut dewasa. Dewasa bukan sok tua, cukup sadar aja kalian sekarang berada dimana, sebagai apa, dan harapan orang lain terhadap kita.

Dunia itu kejam, kehidupan itu keras. Ia tak pernah, dan tak akan pernah, adil. Jangan berharap orang lain akan baik, hanya karena dirimu berbuat baik.

Hilangkan gengsi, hal itu hanya akan menenggelamkan kita ke dasar laut. Percaya pada diri sendiri, jangan batasi jangkauanmu. Tak boleh sombong, meremehkan suatu perihal dimana tak kau tahu disitulah jalan keluar.

Motivasi yang paling kuat, datangnya dari dalam diri sendiri. Pull yourself together. Tidak akan ada yang benar-benar perduli pada masalahmu.

Atur waktumu dengan baik. Sesuatu yang paling berharga, yang bisa diberikan oleh seseorang, adalah waktu. Hargai mereka yang merelakan waktunya untukmu.

Tanyakan kabar mereka, terkhusus orangtuamu, yang mengkhawatirkan dirimu di setiap harinya. Kasih sayang siapa lagi yang bisa mengalahkan besarnya kasih sayang mereka?

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil

Mulai dari sekarang, jadikanlah kebahagiaan mereka sebagai tujuan utamamu berusaha lebih lagi, berjuang lebih lagi, dan tersenyum lebih lagi.



Bismillah.

Wassalamualaikum!

1 komentar :

  1. wah keren sekali kaka tulisannya, sangat memotivasi. Hidup ini memang kerasa ka, jadi jangan kaya yupi

    BalasHapus